Bridging adalah teknik pencetakan 3D yang memungkinkan printer membuat bentangan horizontal antara dua titik penyangga tanpa material di bawahnya. Hal ini terjadi ketika printer perlu mencetak melintasi celah atau ruang kosong dalam model, seperti saat membuat overhang, lubang, atau ruang terbuka.
Selama bridging, printer mengekstrusi filament yang harus mempertahankan bentuknya sambil membentang melintasi celah. Ini memerlukan pengelolaan yang hati-hati dari beberapa parameter termasuk kecepatan cetak, pendinginan, dan pengaturan ekstrusi. Filament perlu didinginkan dengan cukup cepat untuk mencegah melorot, tetapi tidak terlalu cepat sehingga pecah atau gagal menempel dengan baik.
Bridging yang berhasil bergantung pada beberapa faktor: panjang jembatan, jenis material yang digunakan, kecepatan cetak, dan efektivitas sistem pendinginan. Jembatan yang lebih pendek umumnya lebih mudah dicetak dengan sukses, sementara jembatan yang lebih panjang mungkin memerlukan kecepatan yang lebih lambat dan pendinginan yang meningkat untuk mencegah filament melorot.
Kebanyakan slicer modern menyertakan pengaturan bridging khusus yang secara otomatis menyesuaikan parameter kecepatan, pendinginan, dan ekstrusi ketika jembatan terdeteksi. Pengaturan ini membantu memastikan bahwa jembatan dicetak dengan parameter optimal untuk hasil terbaik.
Bridging yang buruk dapat mengakibatkan filament melorot, permukaan kasar, atau bahkan cetakan yang gagal. Oleh karena itu, memahami cara mengoptimalkan pengaturan bridging penting untuk mencapai cetakan berkualitas tinggi, terutama untuk model dengan overhang atau celah.

