G-code adalah bahasa pemrograman standar yang digunakan untuk mengontrol mesin CNC, termasuk printer 3D. Ini terdiri dari serangkaian perintah yang memberitahu printer persis bagaimana bergerak, suhu apa yang harus dipertahankan, dan seberapa cepat beroperasi. Setiap baris G-code berisi instruksi spesifik yang diinterpretasikan dan dieksekusi oleh firmware printer.
File G-code dihasilkan oleh perangkat lunak slicing, yang mengubah model 3D menjadi serangkaian layer dan kemudian menjadi instruksi yang dapat dibaca oleh mesin. Perintah G-code umum termasuk G0 dan G1 untuk pergerakan (G0 untuk positioning cepat, G1 untuk pergerakan terkontrol), M104 dan M109 untuk kontrol suhu, dan M106 untuk kontrol kipas.
File G-code berisi berbagai jenis informasi: perintah pergerakan yang mengontrol sumbu X, Y, dan Z; perintah ekstrusi yang mengontrol sumbu E (extruder); pengaturan suhu untuk hot end dan heated bed; kecepatan kipas; dan parameter khusus printer lainnya. File ini juga menyertakan komentar (baris yang dimulai dengan titik koma) yang memberikan informasi yang dapat dibaca manusia tentang pengaturan cetak.
Memahami G-code dapat berharga untuk troubleshooting masalah cetak, mengoptimalkan pengaturan cetak, atau membuat urutan cetak kustom. Meskipun kebanyakan pengguna tidak perlu mengedit G-code secara langsung, kemampuan untuk membaca dan menginterpretasikannya dapat membantu mengidentifikasi masalah seperti suhu, kecepatan, atau pola pergerakan yang tidak tepat.
Slicer modern menghasilkan G-code secara otomatis, tetapi pengguna tingkat lanjut dapat memodifikasi output untuk menambahkan urutan start/end kustom, mengimplementasikan teknik pencetakan tertentu, atau mengoptimalkan untuk konfigurasi printer tertentu. Kemampuan untuk memahami dan memodifikasi G-code adalah keterampilan penting untuk pengguna pencetakan 3D tingkat lanjut.

