Nozzle adalah ujung logam kecil yang dipresisi yang terletak di ujung hot end printer 3D. Ini bertanggung jawab untuk melelehkan filament dan mengekstrusinya dengan cara yang terkontrol untuk menciptakan layer yang dicetak. Nozzle adalah salah satu komponen paling kritis yang mempengaruhi kualitas cetak dan kinerja.
Nozzle biasanya terbuat dari kuningan, baja keras, atau material tahan panas lainnya. Nozzle kuningan adalah yang paling umum karena konduktivitas termal yang baik dan efektivitas biaya, tetapi mereka lebih cepat aus ketika mencetak material abrasif seperti serat karbon atau filament yang diisi logam. Nozzle baja keras lebih tahan lama tetapi memiliki konduktivitas termal yang sedikit lebih rendah.
Diameter nozzle adalah spesifikasi kunci yang menentukan layer height maksimum dan line width yang mungkin. Diameter umum termasuk 0.2mm, 0.4mm, 0.6mm, dan 0.8mm. Nozzle 0.4mm adalah ukuran default yang paling umum, menawarkan keseimbangan yang baik antara detail dan kecepatan cetak. Nozzle yang lebih kecil (0.2-0.3mm) memberikan detail yang lebih halus tetapi mencetak lebih lambat, sementara nozzle yang lebih besar (0.6-0.8mm) mencetak lebih cepat tetapi dengan detail yang lebih sedikit.
Diameter nozzle juga mempengaruhi layer height minimum, yang biasanya tidak boleh melebihi 80% dari diameter nozzle. Misalnya, nozzle 0.4mm harus menggunakan layer height 0.32mm atau kurang untuk hasil optimal.
Nozzle dapat tersumbat dengan puing-puing, filament yang terdegradasi, atau residu yang terakumulasi dari waktu ke waktu. Pembersihan dan pemeliharaan rutin sangat penting untuk kualitas cetak yang konsisten. Beberapa pengguna menyimpan beberapa nozzle dengan ukuran berbeda untuk beralih dengan cepat antara mode cetak detail tinggi dan kecepatan tinggi.
Kondisi nozzle secara langsung mempengaruhi kualitas cetak, jadi penting untuk memeriksanya secara rutin dan menggantinya ketika tanda-tanda keausan atau kerusakan muncul.

