Print bed adalah permukaan datar tempat cetak 3D dibangun layer demi layer. Ini adalah salah satu komponen paling penting dari printer 3D, karena memberikan fondasi untuk seluruh cetakan. Bed harus di-level dan dipersiapkan dengan benar untuk memastikan adhesi first-layer yang baik dan mencegah kegagalan cetak.
Kebanyakan printer 3D modern menampilkan heated print bed, yang membantu mempertahankan suhu yang konsisten selama pencetakan dan meningkatkan adhesi antara first layer dan permukaan bed. Suhu bed optimal bervariasi tergantung pada material yang digunakan. PLA biasanya memerlukan 50-70°C, sementara ABS memerlukan 90-110°C untuk adhesi yang tepat.
Print bed hadir dengan berbagai material permukaan, masing-masing menawarkan manfaat yang berbeda. Glass bed memberikan permukaan yang halus dan datar serta mudah dibersihkan, tetapi mungkin memerlukan perekat seperti glue stick atau hairspray untuk material tertentu. Lembar PEI (Polyetherimide) menawarkan adhesi yang sangat baik ketika dipanaskan dan melepaskan cetakan dengan mudah ketika didinginkan. BuildTak dan permukaan perekat serupa memberikan adhesi yang kuat tetapi mungkin aus seiring waktu.
Bed leveling yang tepat sangat penting untuk pencetakan yang berhasil. Jarak antara nozzle dan bed harus konsisten di seluruh area cetak, biasanya sekitar 0.1-0.2mm untuk first layer. Banyak printer menampilkan sistem bed leveling otomatis yang menggunakan sensor untuk mengukur dan mengkompensasi ketidakteraturan bed.
Teknik persiapan bed termasuk membersihkan permukaan, menerapkan perekat jika diperlukan, dan memastikan bed berada pada suhu yang benar sebelum memulai cetak. Beberapa material mungkin memerlukan perawatan permukaan atau suhu khusus untuk adhesi optimal.
Kondisi dan persiapan print bed secara langsung mempengaruhi kualitas cetak, keberhasilan first-layer, dan keandalan cetak secara keseluruhan. Pemeliharaan rutin dan setup yang tepat sangat penting untuk hasil cetak yang konsisten.

