Retraction adalah teknik pencetakan 3D yang penting yang membantu mencegah stringing dan oozing dengan menarik filament kembali dari nozzle selama pergerakan non-cetak. Ketika print head bergerak dari satu titik ke titik lain tanpa mengekstrusi, retraction mencegah filament cair menetes keluar dari nozzle dan menciptakan string atau blob yang tidak diinginkan.
Proses retraction melibatkan dua parameter utama: retraction distance dan retraction speed. Retraction distance menentukan seberapa jauh filament ditarik kembali, biasanya diukur dalam milimeter. Nilai umum berkisar dari 1-7mm, dengan jarak optimal tergantung pada desain printer dan material yang digunakan.
Retraction speed mengontrol seberapa cepat filament ditarik kembali dan didorong ke depan, biasanya diukur dalam milimeter per detik. Retraction yang lebih cepat dapat lebih efektif dalam mencegah oozing tetapi dapat menyebabkan filament grinding atau masalah mekanis lainnya. Retraction yang lebih lambat lebih lembut pada filament tetapi mungkin tidak mencegah semua stringing.
Konfigurasi printer yang berbeda memerlukan pengaturan retraction yang berbeda. Direct drive extruder biasanya memerlukan retraction distance yang lebih pendek (1-3mm) karena jalur filament lebih pendek dan lebih langsung. Bowden extruder memerlukan retraction distance yang lebih panjang (4-7mm) karena jalur filament yang lebih panjang dan fleksibilitas Bowden tube.
Beberapa slicer menawarkan fitur retraction canggih seperti coasting, yang menghentikan ekstrusi sedikit sebelum akhir garis, dan wipe, yang memindahkan nozzle sedikit untuk membersihkan material yang oozed. Fitur-fitur ini dapat lebih meningkatkan kualitas cetak dengan mengurangi stringing dan cacat permukaan.
Pengaturan retraction yang tepat sangat penting untuk mencapai cetakan yang bersih, terutama ketika mencetak model dengan banyak fitur kecil atau celah. Namun, retraction yang berlebihan dapat menyebabkan masalah seperti under-extrusion atau filament grinding, jadi menemukan keseimbangan yang tepat penting.

