Teknologi
Teknologi FDM adalah salah satu metode 3D printing paling terjangkau yang memanfaatkan filamen plastik sebagai bahan dasar. Dengan mencairkan filamen melalui nozzle yang dipanaskan, teknologi ini menciptakan objek tiga dimensi lapis demi lapis. Teknologi FDM sering dipilih untuk kebutuhan prototipe awal, produk sederhana, atau cetakan yang memerlukan biaya rendah.
Penggunaan
Teknologi FDM banyak digunakan karena kesederhanaannya dan biaya produksinya yang rendah. Berikut adalah beberapa penggunaan FDM yang paling populer:
-
Prototipe Produk
Membuat model awal dari desain produk untuk pengujian bentuk dan fungsi
-
Desain Fungsional
Mencetak objek dengan kekuatan dan daya tahan yang cukup untuk penggunaan sehari-hari.
-
Komponen Teknik
Mencetak suku cadang untuk kebutuhan teknik dengan spesifikasi tertentu.
-
Hobi dan Edukasi
Teknologi ini sering digunakan dalam pembelajaran, eksperimen, dan proyek DIY.
Kelebihan
-
Biaya murah
Teknologi ini menjadi pilihan ekonomis untuk berbagai kebutuhan cetakan.
-
Kemudahan Pengguna
Cocok untuk pengguna pemula dan profesional.
-
Pilihan Material Beragam
Mendukung berbagai jenis filamen seperti PLA, PETG, ABS, TPU 95A, dan lainnya.
-
Skalabilitas
Cocok untuk cetakan besar atau model yang sederhana.
Perbandingan dengan SLA
| Aspek | FDM | SLA |
|---|---|---|
| Presisi Cetak | Sedang | Sangat Tinggi (Detail Mikron) |
| Hasil Permukaan | Kasar | Halus |
| Material Pendukung | Filamen (PLA, ABS) | Resin |
| Kecepatan Produksi | Cepat | Sedang |
| Hasil Permukaan | Bertekstur | Halus |
| Material | Plastik | Resin |
Panduan Desain
| Bagian | Rekomendasi Ukuran |
|---|---|
| Ukuran cetak minimum | 5x5x5mm atau 10x2x2mm |
| Ukuran cetak maksimum | 250x250x250mm |
| Ketebalan dinding minimum | 1,0mm (pada objek 5x5mm) |
| Detail kecil timbul | 0,4mm |
| Detail kecil masuk ke dalam | 1,0mm |
| Jarak bebas desain (statis) | 0,12mm |
| Jarak bebas desain (bergerak) | 0,2mm |
| Desain jarak ulir | 1,0mm |
| Ukuran lubang minimum | 1,5mm |
| Ukuran tiang minimum | 2,0mm (tinggi maks 4,0mm) |
| Bagian menggantung dengan dua sisi | 10mm |
| Bagian menggantung hanya satu sisi | 3mm |
| Toleransi keseluruhan (< 100mm) | ±0,3% |
| Toleransi keseluruhan (> 100mm) | ±0,4% |
Material
Teknologi FDM mendukung berbagai jenis material filamen yang dirancang untuk mencetak objek dengan karakteristik unik. Berikut adalah jenis material FDM yang sering digunakan:

Acrylonitrile Butadiene Styrene (ABS)
Plastik teknik berbasis kopolimer dari tiga monomer utama: Acrylonitrile, Butadiene, dan Styrene
Kekuatan
Fleksibilitas
Ketahanan

Acrylonitrile Styrene Acrylate (ASA)
Kopolimer yang terdiri dari Acrylonitrile, Styrene, dan Acrylate dengan sifat mekanik dan daya tahan luar ruang yang sangat baik
Kekuatan
Fleksibilitas
Ketahanan

Enhanced Polycarbonate (ePC)
Termoplastik teknik dari BPA dengan struktur rantai karbonat kuat, memiliki kekuatan bentur tinggi dan ketahanan suhu ekstrem
Kekuatan
Fleksibilitas
Ketahanan

Polyethylene Terephthalate Glycol (PETG)
Termoplastik modifikasi dari PET dengan tambahan glycol untuk meningkatkan sifat cetak, kekuatan, dan daya tahan panas
Kekuatan
Fleksibilitas
Ketahanan

Polylactic Acid (PLA)
Bioplastik yang terbuat dari sumber terbarukan seperti pati jagung atau tebu, dianggap sebagai bahan ramah lingkungan
Kekuatan
Fleksibilitas
Ketahanan

Thermoplastic Polyurethane (TPU)
Rantai Polyurethane yang memiliki kombinasi antara elastisitas karet dan kekuatan plastik teknik
Kekuatan
Fleksibilitas
Ketahanan
